keindahan islam

keindahan islam
didalamnya ada kesejukan

Selasa, 01 Februari 2011

pengajian geng percil


UJIAN DARI KANG ASMU…MAMPUKAH MEREKA?????
Muhammad Ansori Al Berawi
Sudah tiga tahun kang asmu memberikan pelajaran agama kepada anak-anak di kompleks { hehehe kampung maksudnya} trans bangun tepatnya disebuah langgar kecil bernama langgar nurul ikhlas setiap malam. Dari sekitar 20 santri yang belajar itu sudah 98% yang sudah mampu menguasai tehnik membaca Al Qur’an yang baik dan benar. Sholat berjamaahpun mereka rajin. Setiap malam rabu kang asmu sering memberikan ceramah-ceramah yang berisikan tentang akidah dan permasalahan agama tentunya dengan pembahasan yang menarik dan tidak membosankan. Bahkan setiap sabtu malam minggu sambil menunggu azan isya’ kang asmu selalu memberikan waktu agar anak-anak giat belajar ilmu agama dengan memberikan cerita-cerita teladan islami yang mempunyai banyak hikmah. Selain itu dengan dibumbu-bumbui berupa canda dan hadiah maka setiap hari sabtu malam minggu langgar nurul ikhlas selalu ramai dan jumlah yang datang kerap kali melebihi 20 orang anak. Hadiah yang kang asmu janjikan berupa melakukan azan lebih banyak dalam seminggu daripada rekan-rekannya dan banyak lagi lainnya.
Tiga tahun rasanya cukup untuk menguji pemahaman anak-anak yang dididiknya tiap malam. Dia berharap semua anak yang telah di didik itu mampu untuk melewati ujian yang sangat penting sekali bagi anak-anak itu sendiri.
Kini dua puluh anak telah berkumpul di depan kang asmu, diperhatikannyaanak - anak itu satu persatu untuk sekedar menyakinkan dirinya bahwa ujian penting ini harus dilakukan anak-anak berwajah polos dan selalu menghadirkan senyum manis alami diwajah itu begitu membuat kang asmu begitu damai dan semakin semangat untuk memberikan semua ilmu kepada mereka.
“ anak-anak, hari ini kang asmu sangat senang sekali bisa mengumpulkan kalian di serambi langgar ini, jangan pernah bosan untuk selalu mendatangi langgar karena anak-anak muda yang selalu merindukan masjid termasuk golongan orang-orang yang paling ditunggu dan dirindukan oleh sorga untuk jadi penghuninya yang kekal. Udah tau kah kalau kang asmu hari ini akan memberikan kalian kejutan?” tanya kang asmu dengan neda dan gaya yang bersemangat seperti biasanya dan anak-anak begitu suka denga guru ngaji mereka ini. gaya bicaranya, lucu saat merangkan, bahasanya gampang dimengerti hingga mereka selalu membandingkan dengan guru-guru disekolah yang baik-baik.
“tidak tau !!!!” jawab anak-anak dengan sura koor yang merdu.
“ hehe ini adalah hadiah untuk kalian semua satu persatu  !” sambil tersenyum kang asmu sambil membuka kardus berisi kotak-kotak kecil berbungkus kertas kado yang indah.
Mulai terdengar gemuruh sorak-sorai dari mulut anak-anak, mereka berebutan untuk melihat hadiah itu dari dekat .
“ tenang-tenang..semua akan dapat satu-satu kok. Tapi ingat kang asmu punya persyaratan yang harus kalian penuhi..Gimana???”
“ mauuuuuuuuuu!!”
“gini ya, di dalam kotak yang kalian pegang ini ada hadiah yang bagus. Tetapi yang kang asmu minta adalah kalian membuka kotak ini DITEMPAT YANG TIDAK BISA DILIHAT SIAPAPUN. Trus setelah itu kalian semua kembali kesini untuk memberitahukan hadiah kalian masing-masing kepada kang asmu. Sekarang kalian boleh pulang dan nanti malam kita bertemu dilanggar lagi. “
Dengan membawa kotak hadiah, anak-anak itu pulang dengan gembira kerumahnya masing-masing. Kang asmu pun pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari langgar.
Usai azan maghrib berkumandang, secara bertahap anak-anak datang ke langgar dengan wajah-wajah yang tampak seperti biasanya. Mereka tetap saja bercanda dan mengolok Dani yang selalu mengeluarkan ingus dari hidungnya. Sambil berlarian mengelilingi serambi langgar yang dibuat melingkari langgar mereka sholat berjamaah maghrib dan setelah itu mereka menunggu kang asmu selesai sholat sunat ba’diyah maghrib.
“ sekarang kang asmu akan mendengarkan siapa saja yang telah melihat hadiahnya. Nah ayo sebutkan apa saja hadiah yang telah kalian dapat itu??” tanya kang asmu usai selesai sholat sunah. Semua anak hanya saling pandang dan bertanya apakah mereka telah membuka kotak yang dihadiahkan oleh kang asmu.
“ aku dapat songkok bagus kang !” dani berdiri girang dan memperlihatkan songkok barunya.
“aku juga, dikotak itu aku dapat buku cerita islam yang gambarnya bagus banget..” putri yang baru kelas 1 SD itupun mengeluarkan sebuah buku baru dan bagus dari balik tasnya.
Kemudian sepi kembali, tidak ada yang bersuara untuk menyebutkan hadiah-hadiah mereka.
“ kalian tidak suka dengan hadiah yang kang asmu belikan???” tanya kang asmu
“ saya tadi siang udah berusaha untuk membuka kotak itu dikamar dan tidak ada yang melihat tapi tidak jadi kang.” Ujang berdiri dan menceritakan tentangnya siang tadi.
“ kenapa jang?” tanya kang asmu
“ setelah saya perhatikan bahwa tidak ada yang melihat karena dikamar sendiri maka mulai saya ambil kotak itu tapi saya kok merasa ada yang mengawasi terus, setelah berpikir agak lama akhirnya saya tau kalau ada Alloh yang maha melihat jadi saya belum buka itu kang.” Jelas ujang.
“ saya juga kang…kemana saya sembunyi selalu saja merasa diperhatikan. Teman-teman yang lain juga begitu.” Dian mewakili teman-teman yang lain karena kang asmu melihat mereka turut mengiyakan ucapan Dian. Kang asmu tersenyum bangga karena apa yang telah di ajarkan bisa dipahami dengan baik oleh anak-anak.
“ nanti usai kalian pulang dari langgar ini dibuka saja kotak itu.” Kata kang asmu dengan senyum yang masih menghiasi bibirnya.
“ tidak ditempat yang tersembunyi kan kang?” ujang bertanya dengan nada menggoda. kang asmu menganggguk pelan dan berbalik badan kemudian membuka al Qur’an, tak lama berkumandanglah ayat-ayat suci itu dari bibir kang asmu. Indah sekali suara itu ditengah heningnya malam pedesaan walaupun sesekali diselingi gubrak gubruk anak-anak kecil yang bermain.